How to Detect Lies

Introduction
Teknik dibawah ini untuk memberitahukan jika seseorang berbohong sering digunakan oleh polisi, dan security expert. Pengetahuan ini juga berguna untuk manajer, pekerja, dan untuk siapa saja yg menggunakannya setiap hari ketika situasinya mengatakan kebenaran dari kebohongan bisa menolong untuk mencegah anda menjadi korban dari penipuan.
Peringatan: Terkadang ketidaktahuan adalah kebahagiaan; setelah memperoleh pengetahuan ini, anda mungkin merasa tersakiti ketika nyata-nyata seseorang berbohong kepada anda.
Tanda2 kebohongan
Bahasa tubuh bohong
- Ekspresi fisik akan terbatas dan kaku, dengan beberapa gerakan tangan dan lengan. Pergerakan tangan, lengan dan kaki ke arah tubuhnya (pembohong) sendiri mengambil sedikit jarak.
- Orang yang berbohong kepada anda akan menghindari kontak mata langsung
- tangan menyentuh muka, kerongkongan dan mulut. Menyentuh atau menggaruk hidung atau di belakang telinganya. Tidak seperti menyentuh dadanya dengan tangan terbuka.
- Waktu dan durasi dari isyarat emosional dan emosi tidak dalam kondisi normal. Emosi yang terlihat seperti tertunda, tetap untuk waktu yg lama seakan-akan alami, lalu berhenti secara mendadak.
- Ada waktu tunda antara isyarat emosi/ekspresi dan kata2. Contoh: Seseorang mengatakan “I love it!” ketika menerima pemberian, dan tersenyum setelah membuat pernyataan tersebut, daripada saat yg bersamaan ketika pernyataan dilontarkan.
- Isyarat/ekspresi tidak sesuai dengan pernyataan verbal, seperti mengkerutkan dahi ketika mengatakan “I love you”
- Ekspresinya terbatas pada pergerakan mulut ketika seseorang dengan emosi palsu (seperti senang, terkejut, sedih, terpesona) daripada keseluruhan wajah; ketika seseorang tersenyum secara alami, seluruh wajahnya ikut terlibat: pergerakan rahang, pipi, mata dan dahi tertekan ke bawah, dll.
- Orang yg bersalah akan cenderung defensif. Orang yang tidak bersalah akan sering menjadi ofensif.
- Pembohong tidak nyaman berhadapan dengan penanya/penuduh dan terkadang menggerakkan tubuh atau kepalanya menjauh
- Pembohong secara tidak sadar menempatkan objek (buku, cangkir kopi, dll) antara dirinya dan anda.
- Pembohong akan menggunakan kata2 anda untuk menjawab pertanyaan. Pas bilang,”Lu makan kue yg terakhir ya?” pembohong akan menjawab, “enggak, gw enggak makan kue yg terakhir kok.”
- Pernyataan dengan singkatan lebih mungkin benar: “I didn’t do it” daripada “I did not do it”
- Pembohong terkadang menghindari “berbohong” dengan tidak membuat pernyataan langsung. Mereka menjawab secara tidak langsung daripada menyangkal sesuatu secara langsung.
- orang yg bersalah kadang ngomong lebih daripada biasanya, nambahin sesuatu yg gak penting biar bisa menyakinkan anda...mereka gak nyaman dengan silence atau pembicaraan yg terhenti.
- pembohong kadang gak pake pronoun (kata ganti) dan ngomong dengan nada yg ngebosenin. Ketika pernyataan jujur dibuat, pronoun ditekankan sebanyak atau lebih dari kata2 dalam pernyataan.
- Kata2 mungkin diputarbalikkan dan ngomongnya halus, dan sintax dan grammar mungkin off. Dengan kata lain, kalimatnya akan seperti kacau balau daripada menegaskan..
- jika anda percaya seseorang berbohong, maka ubahlah topik pembicaraan dengan cepat, pembohong akan ikut dan menjadi lebih relax. Orang yg bersalah ingin topiknya diganti; orang yg gak bersalah akan bingung dengan pergantian topik yg mendadak dan ingin untuk kembali ke topik yg sebelumnya.
- Menggunakan humor atau sindiran (sarkasme) untuk menghindari topik.
bukan berarti hanya karena seseorang mengeluarkan satu atau lebih dari tanda2 di atas bukan berarti menjadikan seseorang sebagai pembohong. Kelakuan yg ditulis di atas harus dibandingkan sama kelakuan normal seseorang.
Wallahu’alam



4 Comments:
At Wednesday, June 21, 2006 5:21:00 PM,
Unknown said…
hihi... kamu baik sekali masukin beginian di blog... sebagai pembaca, gua haturkan terima kasih.. :)
btw, kalo pgn tau org di hadapan kita berbohong atau enggak, sebenernya cukup dengan dirasakan, dan kamu akan tahu dia berbohong atau tidak.
tapi ga tau juga deng, di cowo bisa dipake apa enggak ya? mungkin bisa, asal instingnya tajem aja.
weks... apaan neh jadi ngobrol panjang lebar beginih :p
At Thursday, June 22, 2006 8:24:00 PM,
Anonymous said…
ilmu kaya gini berguna pada waktu gw masih di KOngres
At Friday, June 30, 2006 3:12:00 PM,
Lucky said…
jangan percaya, tulisan ini menunjukkan ciri-ciri tulisan yang bohong...hehehehe...
At Tuesday, April 19, 2011 6:37:00 PM,
Mutya Dyan said…
Udah pernah nonton serial TV "Lie To Me", belum? Disitu bakal dijelaksan tanda-tanda kalau orang bohong. Bahkan kemampuan mengenali tanda kebohongan bisa dijadikan profesi
Post a Comment
<< Home